Pengaruh E-Commerce Terhadap Kebiasaan Belanja dan Perilaku Masyarakat Pedesaan di Era Digital : Studi Kasus di Kecamatan Sadananya, Ciamis "
Internet adalah sisitem komunikasi yang mampu menghubungkan jaringan-jaringan kompute diseluruh dunia. Dan saat ini internet sangat mudah diakses oleh banyak kalangan, bahkputer disesyarakat desa sekalipun. Menurut Databoks, penetrasi internet Indonesia pada akhir maret 2021 sebesar 76,8% dari total populasi. Menurut data Internetworldstats, pengguna internet di tanah air mencapai 212,35 juta dengan estimasi total populasi sebanyak 276,3 juta jiwa. Dengan capaian tersebut, Indonesia berada diurutan ke-15 diantara Negara-negara Asia. Posisi Indonesia tersebut berada diatas rata-rata penetrasi Asia sebesar 63,9% dari populasi 4,3 miliar jiwa dan juga diatas rata-rata dunia sebesar 65,7% dari estimasi total populasi 7,86 miliar jiwa.
Internet telah memberi dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat. Hal ini membuat gaya hidup masyarakat berubah dan mendorong tiap-tiap individu untuk cenderung memilih mencari informasi yang serba instan. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sebanyak 19,5% masyarakat Indonesia menghabiskan waktu lebih dari 8 jam sehari untuk mengakses internet. Banyaknya waktu masyarakat dalam mengakses internet ini, berpotensi munculnya peluang usaha dengan hadirnya E-Commerce atau biasa disebut juga toko online. E- Commerce adalah singkatan dari Electronic Commerce yang merupakan transaksi jual beli secara online yang memungkinkan pengguna dapat membeli suatu barang tanpa harus datang langsung kelokasi toko tersebut berada.
Sebanyak 88,1% pengguna internet di Indonesia memakai layanan e-commerce untuk membeli produk tertentu dalam beberapa bulan terakhir. Persentase tersebut merupakan yang tertinggi di dunia dalam hasil survey We Are Social pada April 2021. Belanja online kini hadir sebagai fenomena yang menjadi salah satu gaya berbelanja populer di era modern. Transaksi belanja online dilakukan dengan sejumlah fasilitas pendukung yang harus tersedia, diantaranya yakni perangkat teknologi komunikasi, akses jaringan internet, jasa kurir(cargo) antar daerah, serta pembangunan infrastruktur yang memadai. Sehingga dengan adanya fasilitas pendukung yang memadai, transaksi belanja online dapat dilakukan disetiap daerah, tak terkecuali masyarakat di daerah pedesaan.
Masyarakat pedesaan adalah sebuah masyarakat yang selalu dikaitkan dengan kebersahajaan, keterbelakangan, tradisionalisme, dan keterisolasian (Rahardjo, 1999: 4). Kebersahajaan sering kali dihubungkan dengan kesederhanaan perilaku masyarakat seperti tutur kata dan perbuatan Keterbelakangan adalah suatu kondisi keterlambatan dalam pengembangan atau kemajuan atas suatu hal yang sedang berlangsung. Sedangkan tradisionalisme merupakan ajaran dengan mementingkan tradisi yang diwariskan oleh generasi-generasi sebelumnya sebagai pedoman hidup. Dan terisolasi merupakan keadaan ketika masyarakat pedesaan menjadi penduduk daerah terpencil yang jauh dari kota dan akses yang terbatas. Keterbatasan akses mengakibatkan beberapa produk tidak bisa dijangkau atau tidak tersedia di daerah pedesaan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorong masyarakat untuk mulai berbelanja secara onlineuntuk mencari produk atau barang yang tidak tersedia di pasar pasar tradisional. Di era sekarang, beberapa desa sudah tersedia fasilitas pendukung untuk bisa melakukan transaksi jual beli online. Salah satu contohnya ialah Di Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis Fenomena e-commerce telah mengubah jad hidup masyarakatnya baik dimulai darpremaja sampai dewasa yang semula lebih sering berbelanja di pasar tradisional, sekarang lebih cenderung beralih ke toko online.





Komentar
Posting Komentar